Kebudayaan-Pacitan---Sejarah,-Peninggalan-dan-Persebarannya
Umum

Kebudayaan Pacitan: Sejarah, Peninggalan dan Persebarannya

Sejarah adalah salah satu hal penting yang ada pada suatu kebudayaan. Dengan adanya sejarah, kita akan mengetahui berbagai sudut pandang tentang budaya yang ada di masa lampau.

Salah satu kebudayaan yang menarik untuk dibahas adalah kebudayaan Pacitan. Kebudayaan Pacitan sangat menarik untuk dibahas, karena banyaknya keunikan yang tersimpan.

Bagi kamu yang suka belajar sejarah dan ingin mengetahui tentang kebudayaan Pacitan, maka kami akan memberikannya secara rinci. Oleh karena itu, kamu bisa simak ulasan berikut ini.

Sejarah

Kebudayaan Pacitan berkembang pada kawasan sekitar Pacitan, Jawa Timur. Dengan adanya penemuan berbagai peralatan batu yang berfungsi untuk pertahanan hidup di masa lampau. Sehingga, peninggalan tersebut dapat dijadikan sebagai bukti nyata dari kebudayaan Pacitan. Berdasarkan sejarah, alat-alat yang ditemukan pada zaman kebudayaan Pacitan memiliki sisi yang runcing dan tajam.

Seorang peneliti yang bernama Von Koeningswald, beliau berhasil menemukan alat-alat batu yang menjadi peninggalan kebudayaan Pacitan. Pada tahun 1935, ia menemukannya di kawasan Sungai Baksoko, Punung, Pacitan, Jawa Timur. Alat-alat yang ditemukan adalah beberapa alat dengan serpihan yang terlihat kasar, terutama kapak genggam.

Kebudayaan Pacitan berkembang sejak zaman Paleolithikum dengan pertahanan yang lama, karena pada saat itu masih bergabung dengan alam liar. Bahkan, cara untuk membuat alat batu juga masih menggunakan cara tradisional. Caranya dengan membenturkan batu satu sama lain.

Adanya manusia pendukung yang menggunakan alat kayu untuk bertahan hidup selama zaman itu, namun peninggalannya tidak ditemukan. Hal ini karena sudah terlalu lama dan termakan oleh zaman. Manusia yang ada pada zaman kebudayaan Pacitan adalah jenis pithecanthropus erectus.

Manusia purba tersebut hidup dengan cara nomaden dan memiliki pikiran yang masih terbilang sederhana. Mereka bertahan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan berbagai makanan menggunakan alat yang terbuat dari batu dan kayu. Mereka mengonsumsi buah-buahan, hewan buruan, dan juga umbi-umbian.

Tidak sedikit dari ahli sejarah yang mengatakan bahwa kebudayaan Pacitan berkembang pada zaman pleistosen akhir. Dengan kata lain, kebudayaan ini adalah perkembangan awal pada masa batu yang berada di Indonesia. Hal tersebut karena alat-alat manusia pendukung yang masih menggunakan bahan dasar kasar dan sederhana.

Karena kebudayaan Pacitan berkembang pada zaman batu, maka manusia pendukungnya akan memiliki keahlian membuat alat dari batu. Di antaranya adalah kapak perimbas, alat serpih, kapak genggam, dan masih banyak lagi.

Manusia pendukung pada zaman ini juga telah mengenal api. Mereka menggunakan api untuk memasak, menerangi tempat berteduh, dan lain-lain.

Peninggalan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa banyak ahli yang berpendapat tentang kebudayaan Pacitan yang berkembang pada zaman Pleistosen. Manusia purba telah muncul pada zaman Paleotikium, yakni sekitar 3,3 juta tahun yang lalu. Dengan berakhirnya masa tersebut sekitar 11.650 tahun yang lalu.

Zaman Paleolitikum memiliki hasil kebudayaan berupa alat-alat dari batu dengan tekstur yang kasar. Selain itu, zaman Paleolithikum membagi peradaban menjadi dua bagian. Di antaranya adalah kebudayaan Ngandong dan kebudayaan Pacitan.

Pacitan sendiri merupakan kabupaten yang ada di Jawa Timur, lebih tepatnya berbatasan dengan Jawa Tengah. Menurut perkiraan zaman purba, Sungai Bengawan Solo bermuara di daerah Pantai Pacitan hingga ke Samudera Hindia.

Di pesisir Pantai Pacitan juga terdapat banyak peninggalan kebudayaan, dan peralatan kuno. Kemungkinan, banyak penduduk nyaman menetap di Pantai Pacitan karena pesona alamnya yang indah. Sehingga, banyak alat-alat yang diperkirakan dari masa Paleolitikum di kawasan Pacitan.

Alat-alat tersebut adalah perkakas dari tulang hewan dan alat dari batu. Bentuknya seperti kapak genggam dan juga kapak perimbas. Selain itu, di sana juga ditemukan serpihan yang berbentuk kecil.

Karena pada zaman kebudayaan Pacitan telah banyak alat-alat peninggalan yang ditemukan, maka berikut ini penjelasan mengenai alat-alat tersebut :

1. Kapak Genggam

Kapak genggam adalah alat bertahan hidup yang memiliki bentuk mirip dengan kapak namun tidak bergagang. Dengan sisi yang tajam dan tumpul, maka untuk menggunakannya harus digenggam terlebih dahulu.

Cara untuk membuatnya adalah dengan menajamkan sisi dan juga membiarkan sisi yang lainnya tetap tumpul, agar dapat digenggam. Ditemukan cukup banyak, sehingga kapak genggam menjadi ciri khas dari kebudayaan Pacitan. Manusia pendukung biasanya menggunakan alat ini untuk berburu, menggali tanah, dan kegiatan sejenisnya.

2. Kapak Perimbas

Hampir terlihat memiliki kesamaan dengan kapak genggam, alat ini memiliki bentuk sisi yang tajam lurus dan cembung. Dengan satu sisi yang tajam, maka sisi akan berfungsi untuk menjadi pegangan.

Kapak perimbas memiliki fungsi sebagai senjata pertahanan, memecahkan tulang, dan juga merimbas batang kayu. Berdasarkan pendapat Movius, alat ini memiliki ciri-ciri di antaranya adalah bentuk sederhana, tekstur kasar, dan kulit batu masih melekat.

3. Alat Serpih

Alat serpih adalah peralatan yang terbuat dari batu, yang di mana bentuknya akan tajam dan berliku-liku. Untuk dapat menggunakan alat serpih, maka penyerpihan harus dilakukan secara bergilir pada pinggiran batu agar hasilnya maksimal.

Persebaran kebudayaan

Punung adalah kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan. Daerah ini menjadi kawasan yang paling banyak ditemukannya kapak perimbas. Di lokasi inilah yang menjadikannya sebagai penemuan penting. Selain itu, ini berfungsi untuk meneliti kehidupan pada masa praaksara di Indonesia.

Hallam L. Movius adalah seorang peneliti dan ia menyatakan bahwa di Punung menjadi salah satu perkembangan kapak perimbas. Khususnya pada kawasan Asia Timur. Kebudayaan peradaban yang hampir mirip dengan Kebudayaan Pacitan banyak tersebar di Indonesia. Bahkan, penemuan serupa juga terjadi di beberapa daerah seperti Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya.

Karena banyak daerah yang menjadi tempat berkembangnya kebudayaan Pacitan, terutama kapak perimbas. Berbagai peninggalan tersebut tersebar pada beberapa tempat, khususnya daerah yang banyak menghasilkan berbatuan. Di antaranya adalah Punung, Cabbenge, Bengkulu, Lahat, Awang Bangkang, Flores, Timor, Sukabumi, Ciamis, Parigi, dan Gombong.

Sebagai warga Republik Indonesia, kita harus senantiasa m  engenang dan tidak melupakan sejarah yang ada di Indonesia. Baik itu sejarah pahlawan Indonesia, kebudayaan, dan hal penting lainnya. Kita juga turut menjaga, agar sejarah originalnya tetap terjaga seperti semula. Banyak hal bermanfaat yang bisa kamu dapatkan, jika mempelajari sejarah.

Nah, itulah pembahasan mengenai sejarah kebudayaan Pacitan, mulai dari sejarahnya sampai persebaran munculnya kebudayaan tersebut. Semoga bermanfaat.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *